Jangan lupa ngopi biar happy :P
Begitu menyakitkan
sebenarnya jika pada akhirnya aku harus menuangkan segala apa yang aku alami
kemarin hari, aku rasa pekat hitamnya tinta bisa mewakili bagaimana gambaran
suasana hatiku,tak hanya seperti kaca yang terjatuh dan pecah lalu dibiarkan
berserakan dimana-mana. Untuk pertama kali dan aku putuskan menjadi yang
terakhir kalinya, aku tidak akan pernah ingin lagi,sungguh. Aku tidak
menyalahkan, itulah kenyataan jalan yang kamu mau. Mengenalmu dengan waktu yang
cukup lama, ternyata tak membuatku cukup mengerti tentang kamu. Ya, kali ini
mungkin bagimu aku adalah kesalahan terbesar yang pernah ada dikehidupanmu. Sampai-
sampai kamu yang selama ini aku kenal begitu baik,tidak pernah aku sangka melemparkan
kata yang begitu menyakitkan dihatiku. Mungkin kamu menganggapnya biasa, tapi
karena kamu yang mengucapkannya padaku,mendadak jadi tamparan yang begitu keras.
Entahlah,saat itu aku tidak bisa membayangkannya lagi, semua terasa kelabu,cerita
persahabatan yang kita bangun seketika runtuh.
Tak hanya
sebulan dua bulan mengenalmu itu juga tak mampu membuatku mengerti tentang apa
saja yang kamu suka dan tidak kamu suka. MAAF. Biarkan aku sementara pergi,
bukan aku tidak ingin mengenalmu lagi,teman. Karena benar katamu, lebih baik
kini aku menjauh dan mengoreksi apa yang yang selama ini tidak aku mengerti, dan
percuma rasanya jika aku memilih untuk tetap tinggal, akhirnya akan menggoreskan
luka yang sama untuk yang kedua atau bahkan kesekian kalinya nanti . Sungguh aku
tak bermaksud apa-apa, anggaplah saja
ini jeda, sebagai pelengkap rasa manis cerita persahabatan kita.

Komentar
Posting Komentar